Kamis, 07 Juli 2016

AKU RINDU MENULIS SEDIH DALAM PUISI

Seperti sepi,
yang akan selalu kembali merayakan kehadiran,
entah sekarang, entah juga esok pagi.

Puisi, seperti aliran mata air yang menghapus dahaga,
kesepian akan kata,
kesepian akan rasa yang hendak disampaikan lewat pena,
kesepian akan cerita-cerita,
entah itu duka atau bahagia.

Aku rindu menulis puisi,
menyampaikan segala isi hati,
tentang bagaimana kau menjalani hari,
juga tentang cinta yang baik,
yang sedang dalam perjalanannya menuju hati,
hatiku.

Aku rindu menulis puisi,
saat kata demi kata di atas kertas 
mampu begitu menenangkanku.
Seperti kamu,
seperti tawa dan segala hal yang ada padamu.

Maka akan kubentangkan lagi,
lembaran bait demi bait,
hamparan kata tiap kata yang terangkai sempurna,
untukku, setidaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar