Rabu, 11 November 2015

Di Dalam Serambi Surga " PULAU CANGKE "


Wanita cantik ini bukan cuman pada parasnya saja tetapi hati yang ikhlas dan tulus mengabdi kepada Negara, dia adalah IPDA FARHA S.T.K sebagai lulusan AKPOL tahun 2015yang ditempatkan di POLRES Pangkajene Kepulauan dan menerima arahan tugas oleh KAPOLRES Pangkajene Kepulauan untuk menjalankan tugas pertamanya di PULAU CANGKE untuk bersentuhan langsung oleh SEPASANG KEKASIH yang telah menjadi pasangan suami istri yaitu Dg. ABU dan DG. MAIDA yang mana hanya sepasang kekasih ini yang menghuni pulau CANGKE ini.
Pulau yang berada di deretan kepulauan Pangkep , Sulawesi Selatan dengan luas 10 kilometer persegi ini merupakan salah satu tempat bagi para penyu untuk bertelur, selama dua bulan per tahun para penyu akan datang bertelur. Pulau yang dapat di tempuh selama 45 menit ini selain menyajikan keindahan alam yang menakjubkan, juga menyuguhkan KISAH CINTA Dg.ABU dan Dg.MAIDA yang menghuni pulau kecil tersebut. Pasangan suami istri ini memang memberi nilai tambah cerita dibalik keindahan Pulau Cangke, karena hanya mereka berdua yang menghuni pulau tersebut dan melestarikan ekosistem laut yang berada di lingkup pulau tersebut.
Kehadiran POLWAN lulusan AKPOL ini memberikan hiburan tersendiri oleh sepasang kekasih tersebut dengan menyanyikan LAGU Ciptaan KAPOLRES Pangkajene Kepulauan AKBP MOH. HIDAYAT SH, SIk, MH yaitu " DAENG ABU BERLABUH " bersama BHAYANGAKARA Polres Pangkajene Kepulauan yaitu BRIPKA ADIANTO GUNAWAN dan BRIPDA WIDYA dn bernyanyi bersama untuk menghibur sepasang kekasih sejati ini yang lagu ini di dedikasikan untk mereka berdua.
Ditemani oleh dermaga sepi di pulau tersebut yang mana hati saya tersentuh oleh desiran pasir yang tersapu ombak-ombak kecil serta Daeng ABU sebagai seorang kakek buta dan nenek MAIDA yang selalu setia menemani Daeng ABU di saat suka maupun duka maka akan kutorehkan puisi untukmu sang kekasih sejati Daeng Abu dan Daeng Maida.

Sepasang kekasih duduk diujung senja 
Menggengam tongkat berlesung pipi 
Senyum dan tatapan kalian itu nak 
Membuat hati bahagia 
kita tahu
kita percaya
bahwa rasa itu tumbuh sekian lama
dan bernaung di dalam hati
Menunggu detik agar mewujudkan
Menjadi kata, kalimat, lalu suara

Aku tak peduli bila ruang harus menyekat cinta
Dan aku mencoba menyeru kepada detik
agar temukan kita di ujung senja di pulau Cangke
Aku tidak peduli meski dibulan tak berbulan sekalipun
Ruang masih saja menyekat CINTA SEJATI kalian
Dan aku masih saja mencoba menyeru kepada detik
Agar temukan kita di serambi taman surga PULAU CANGKE

Aku tak peduli
Bila langit menggulung mendungnya
Dan menghujam PPULAU CANGKE dengan ribuan bintik
Laut laut mengamuk menyapu karang yang tegar
Tanah terkuak membangkitkan harapan-harapan besar
Dan akhirnya bertebaran menyayat ribuan jiwa yang mendengar kisah cintamu
Yang tak lekang oleh waktu meski tersapu oleh ombak sekalipun

Selelah apapun mataku mencari wujudmu
Selelah apapun telinga meraba udara mencari suaramu
Selelah apapun kaki berjalan, mengukir jejak bayangmu
Apapun yang kaulakukan
Di Dalam Serambi Surga PULAU CANGKE



Tidak ada komentar:

Posting Komentar